OPINI: Saat Teknologi Membantu, Manusia Tetap Menentukan
Berapa kali dalam sebulan terakhir kita mencari barang di ponsel, lalu memutuskan untuk tetap datang ke toko fisik untuk membelinya? Atau sebaliknya, melihat barangnya langsung di toko, lalu sibuk membandingkan harganya di aplikasi sebelum benar-benar bertransaksi?
Sadar atau tidak, kebiasaan “lompat kanal” ini sudah menjadi norma baru. Konsumen tak lagi berada di satu jalur tunggal. Mereka berpindah dari layar digital ke ruang fisik secara alami, tanpa pernah memedulikan batas di antara keduanya. Laporan The Omnishopper Data Revolution 2024 dari NielsenIQ dengan jelas merekam fenomena bahwa konsumen hari ini kian adaptif dan menuntut pengalaman yang konsisten di setiap touchpoint.
Di dunia ritel, kondisi inilah yang memicu lahirnya pendekatan omnichannel. Konsep dasarnya sederhana, tetapi mengeksekusinya butuh integrasi yang benar-benar rapi di semua lini. Bagi konsumen, hasilnya bukan sekadar ketersediaan banyak kanal, melainkan satu pengalaman belanja yang utuh, mulus, dan bebas hambatan (seamless).
Pesatnya akses internet semakin mempercepat pergeseran ini. Konsumen punya akses informasi yang tak pernah seluas ini sebelumnya. Mereka bisa membandingkan spesifikasi, mencari rekomendasi, hingga membaca ulasan pembeli lain hanya dalam hitungan detik. Namun, di tengah banjir kemudahan digital tersebut, ada satu hal yang menarik: toko fisik ternyata tidak lantas kehilangan relevansinya.
Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “OPINI: Saat Teknologi Membantu, Manusia Tetap Menentukan”,
Klik selengkapnya di sini: https://teknologi.bisnis.com/read/20260731/84/1992531/opini-saat-teknologi-membantu-manusia-tetap-menentukan.Penulis : Wisnu IskandarEditor : Mia Chitra DinisariDownload aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPSiOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS